ASSALAMU’ALAIKUM...GOOD MORNING, WOORLDDD!!!
*sengajadicapslockbiarmembakarsemangatpagidihariseninkalian*
Udah lumayan lama gak nulis di sini. Udah seabad ya?
Hehe. Mungkin kamu
kangen aku? Udah ngaku aja wkwk. Jadi nih, ehemmm. Tiba-tiaba
teringat sesuatu yang udah gue niatin sejak lama. Apa itu? Menulis tentang
sepenggal cerita kehidupan gue, tentang pemenuhan salah satu perintah wajib agama Islam untuk kaum perempuan yang sudah akil baligh. Yaaa apa lagi kalo
bukan menutup aurat atau istilah lain berhijab.
Sekarang gue ngerti kenapa dalam ajaran Islam, kaum hawa perlu dan diwajibkan
untuk berhijab alias menutupi aurat hingga yang terlihat hanya telapak tangan
dan muka. Di sini sih maksud gue bukannya sok alim atau sok menggurui atau
apapun itu. Cuma pengen sharing aja tentang apa yang gue alami
dan hadapi setelah gue memutuskan untuk berhijab. Syukur-syukur sih bisa jadi wasilah untuk para
perempuan segera berhijab ya hehe J
Yaps, ada beberapa temen gue di kuliah mengira kalo gue udah berhijab dari SMA atau jaman sekolah lah. Mereka rada kaget pas tau gue pake hijab sejak awal masuk kuliah. Alhamdulillah yah akhirnya gue dapet hidayah :”) *sujudsyukur*
Sebelumnya, gue udah membiasakan diri dari SMP setiap hari jumat -dengan
seragam busana muslim- buat gak lepas hijab seharian. Hijabnya sendiri emang udah buat gue nyaman
sih, adem adem gitu. Begitu terus sampe berlanjut ke SMA. Setelah lulus dari
SMA, mau jaman ospek tingkat universitas gitu, gue bilang lah ke nyokap. Gini
kurang lebih percakapannya :
R : Ma, kayaknya kakak mau pake hijab deh pas kuliah
M : Yakin?
Mama sih setuju aja
R : Yakin.
Bener nih ya gapapa? (gue nanya gini soalnya nyokap, tante, nenek mulai serius
pake hijab saat mereka terbilang sudah berumur. Bukan jaman-jaman
sekolah ataupun kuliah)
M : Iya,
asal jangan dilepas-lepas lagi. Harus yakin dari hati loh kak.
R : Oh
gitu. Oke ma InsyaAllah siappp. *mulai ngaca cantieq sambil
pake hijab depan cermin*
Beberapa menit
kemudian
R : Ma,
kok ribet sih? Ini pake peniti gak bisa-bisa dari tadi :"""( Ciputnya juga
gak bagus-bagus :(
M : Coba
sini. Ini gini loh makenya ..........*mulai praktek*
R : *Merhatiin
di kaca* Oh caranya gituuu.
*****
Seminggu, sebulan,
dua bulan berlalu......
Bismillah deh dan emang butuh adaptasi yang gak sebentar. Membiasakan diri
menahan panasnya lingkungan. Awalnya gue masih suka ngambek kenapa begini
banget make hijab. Tapi masukan nyokap dan tante buat gue bertahan, mengingat
kembali niat awal gue, yakni Lillahi Ta’ala.
Ada perubahan yang gue alami, perubahan yang gue rasa dari dalam hati.
Mungkin gak bisa gue sebut semuanya satu-satu, tapi gue merasa jadi lebih
tenang, sabar dan ikhlas sejak gue belajar menjalani perintahNya yang satu ini.
Banyak pelajaran yang gue bisa ambil dari keputusan gue sejak awal kuliah
tersebut, seperti bahwa dengan hijab, bukan hanya menunjukkan identitas kita
sebagai seorang muslimah, tetapi juga menunjukkan bahwa itu merupakan bentuk
ketaatan kita kepada Allah SWT. Dengan hijab yang berguna untuk menutupi
perhiasan dan keindahan diri kita, agar dia tidak dinikmati oleh sembarangan
orang.
--------------------------------------------------------------------------------------------------
Dari pengalaman gue dan beberapa orang serta sumber-sumber yang gue baca dan dengan bahasa yang gak formal aja ya biar bisa mudah dipahami, gue mau memaparkan alasan-alasan umum yang menjadi penghalang para perempuan untuk bisa berhijab dan ada pendapat gue di tiap poin, antara lain
1. “Gue mau hijabin hati
dulu. Nanti kalo udah berhijab, baru gue hijabin kepala gue. Yang berhijab
belum pasti dia punya akhlak baik kan? Jadi mending berakhlak baik dulu baru
berhijab”
Kalo kalian nunggu jadi orang yang berakhlak baik dari hati dan tingkah
lakunya, mau sampe kapan hijabnya dipake? Justru dengan menghijabkan kepala dan
seluruh aurat kita, maka hati dan tingkah laku juga akan ikut terhijab dari
sesuatu yang buruk. Berhijab merupakan akhlak mulia lho. Allah SWT
memerintahkan segala sesuatu yang sudah pasti baik untuk ummatNya, makanya
diperintahkanlah berhijab pada kaum hawa sebagai salah satu bentuk akhlak
mulianya. Karena gak harus menjadi seorang yang alim dulu untuk bisa berhijab
itu. Cukup niat yang ikhlas karena Allah SWT aja, sudah cukup kok :)
2. “Aku kan masih muda, kalo
pake hijab nanti dikira sudah ibu-ibu…”
Hellooo girls, siapa yang bisa menjamin umur kalian di dunia itu panjang?
Emang kalian yakin besok kalian masih diberi nafas untuk hidup? Seperti firman
Allah ‘Azza wa Jalla yang artinya,
"Kamu tidak tinggal (di bumi) melainkan sebentar saja, jika kamu sesungguhnya mengetahui.” (Qs. Al-Mu’minuun: 114)
Firman Allah SWT tersebut menjadi suatu peringatan untuk kita, bahwa kematian tidak hanya kepada orang lanjut usia atau yang sudah sekarat saja. Dan ketika ajal kita sudah tiba, Malaikat Maut pun tidak akan mampu memberikan kita penangguhan waktu sedetik pun. Toh jika anggapan bahwa seperti ibu-ibu itu yang menjadi penghalang besarmu, emang kalian gak ingin jadi seorang ibu nantinya? Cepat atau lambat, kita emang akan jadi ibu. Jadi untuk apa takut dibilang ibu-ibu. Sedih sih yaa wajar, umur masih muda, muka masih unyu imut menggemaskan, tapi lebih baik di-Aamiin-kan aja perkataan doa ‘sudah ibu-ibu’nya hehehe :D
3. "Hijab itu bikin gerah
tau. Gue gak betah harus kepanasan gitu."
Girls, panasnya
matahari di dunia yang kalian rasain sekarang ini, gak sebanding dengan
panasnya api neraka kelak jika kalian masih belum memutuskan untuk berhijab.
Mungkin kalian pernah mendengar firman Allah SWT yang artinya
“Katakanlah: ‘(Api) Neraka Jahannam itu lebih sangat panas. Jika mereka mengetahui.'” (Qs. At-Taubah: 81)
Atau mungkin sabda Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam yang artinya,
“Sesungguhnya api Neraka Jahannam itu dilebihkan panasnya (dari panas api di bumi sebesar) enam puluh sembilan kali lipat (bagian).” [Hadits shahih. Riwayat Muslim (no. 2843) dan Ahmad (no. 8132). Lihat juga Shahih Al-Jaami‘ (no. 6742), dari Shahabat Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu]
Dari firman Allah SWT dan sabda Nabi Muhammad SAW, kalian lebih mencoba sabar
nahan panas yang mana, panas matahari di dunia atau panas neraka di akhirat?
4. "Pakai hijab itu ribet
dan banyak pekerjaan yang meminta karyawan perempuannya untuk tidak berhijab. Nanti gue malah jadi nganggur kalo berhijab
gitu"
Siapa bilang ribet? Sebenernya semakin sederhana suatu hijab maka itu
semakin bagus, bukan hijab tutorial yang kebanyakan orang pake dan jarum
pentulnya dimana-mana. Karena sekarang udah ada berbagai jenis hijab yang
instan alias langsung pake. Gak sedikit pula hijab-hijab macam itu dijual
dalam bentuk yang sudah modis dan fashionable lho.
Untuk pekerjaan, gak usah khawatir deh. Karena Allah SWT udah jamin rezeki
setiap makhluk ciptaanNya tanpa ada yang dikurangi sedikitpun dan tanpa bisa tertukar antara satu makhluk dengan makhluk
yang lain. Lalu, kenapa
kalian masih khawatir terhadap bosmu yang rezekinya pun juga berdasarkan rahmat
Allah SWT? Dan apakah bosmu itu akan menjamin kalian masuk surga jika tidak
berhijab?
5. "Gue nunggu hidayah
dari Allah SWT dulu deh untuk bisa berhijab kayak kamu itu.”
Girls, hidayah Allah SWT itu gak turun gitu aja
jika kita tidak melakukan apa-apa. Lakukan usaha itu dengan berhijab dibarengi
doa kepada Allah SWT agar selalu diberikan petunjuk dan diluruskan selalu jalan hidupmu, serta ditetapkan hatimu di atas agama Islam ini.
6. "Nanti kalo gue gak
laku trus gak nikah karena gak ada laki-laki yang mau kalo gue berhijab gimana?
Mending berhijabnya setelah menikah aja."
Sejujurnya, gue gak pernah kepikiran untuk hal ini sih, dari
sebelum akhirnya memutuskan berhijab itu hehe. Karena menikah bukan karena
cantik fisiknya aja, tapi hatinya. Lelaki yang baik adalah lelaki yang memiliki
perasaan cemburu ketika istri atau wanitanya dibiarkan begitu saja terbuka
auratnya saat di luar rumah walau sejengkal aja. Lagipula jodoh udah diatur
sama Allah SWT kok, sama seperti rezeki. Tinggal kembali ke kitanya aja, mau
menjadi orang lebih baik agar Allah SWT memudahkan urusan hidup kita, atau
nggak.
---------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Melalui tulisan ini, gue akui masih sangat amat banyak kekurangan, khilaf,
dan salah. Tapi melalui tulisan ini pula, gue pengen ngajak kalian untuk sama-sama
"Yuk, pakai hijabmu, mari berhijrah bareng-bareng" sebagai bukti
cinta dan taat kita kepada Sang Pencipta. Dengan berhijab maka artinya kamu
telah menghargai dirimu (secara gak sadar) lho hehe.
Semoga Allah SWT
meridhoi setiap niat dan langkah baik kita ya, girls. Aamiin.
Have a Nice Monday, Guysss J
