Jumat, 16 Oktober 2020



KITA (AKAN MENUA DAN) PASTI MATI 


Rindu masa kecil?

Yang setiap hari hanya bermain dan belajar

Yang merasa sakit hanya ketika jatuh

Yang berkawan baik dengan "apa adanya"


Tapi mau ingetin juga kalau


KITA (AKAN MENUA DAN) PASTI MATI

hehe


𝙰𝚕𝚔𝚒𝚜𝚊𝚑 𝚙𝚊𝚍𝚊 𝚜𝚞𝚊𝚝𝚞 𝚗𝚎𝚐𝚎𝚛𝚒

𝙺𝚘𝚗𝚍𝚒𝚜𝚒 𝚌𝚊𝚛𝚞𝚝 𝚖𝚊𝚛𝚞𝚝 𝚍𝚒 𝚜𝚊𝚗𝚊 𝚜𝚒𝚗𝚒

𝙺𝚎𝚊𝚍𝚒𝚕𝚊𝚗 𝚢𝚊𝚗𝚐 𝚜𝚎𝚖𝚊𝚔𝚒𝚗 𝚛𝚞𝚜𝚊𝚔 𝚝𝚊𝚔 𝚝𝚎𝚛𝚔𝚎𝚗𝚍𝚊𝚕𝚒

𝙹𝚊𝚗𝚓𝚒-𝚓𝚊𝚗𝚓𝚒 𝚢𝚊𝚗𝚐 𝚜𝚎𝚖𝚊𝚔𝚒𝚗 𝚗𝚢𝚊𝚝𝚊 𝚍𝚒𝚒𝚗𝚐𝚔𝚊𝚛𝚒

𝙰𝚗𝚊𝚔-𝚊𝚗𝚊𝚔 𝚗𝚎𝚐𝚎𝚛𝚒 𝚢𝚊𝚗𝚐 𝚜𝚎𝚖𝚊𝚔𝚒𝚗 𝚖𝚎𝚗𝚓𝚎𝚛𝚒𝚝

𝙼𝚎𝚗𝚐𝚑𝚊𝚍𝚊𝚙𝚒 𝚔𝚎𝚜𝚎𝚗𝚐𝚜𝚊𝚛𝚊𝚊𝚗 𝚢𝚊𝚗𝚐 𝚝𝚊𝚔 𝚝𝚎𝚛𝚙𝚎𝚛𝚒


𝙺𝚎𝚖𝚞𝚍𝚒𝚊𝚗 𝚊𝚍𝚊 𝚜𝚎𝚘𝚛𝚊𝚗𝚐 𝚊𝚗𝚊𝚔 𝚖𝚞𝚍𝚊 𝚖𝚎𝚛𝚊𝚝𝚊𝚙𝚒

𝙺𝚎𝚋𝚎𝚗𝚐𝚒𝚜𝚊𝚗 𝚙𝚊𝚛𝚊 𝚙𝚎𝚗𝚐𝚞𝚊𝚜𝚊 𝚗𝚎𝚐𝚎𝚛𝚒

𝙻𝚊𝚕𝚞 𝚋𝚎𝚛𝚐𝚞𝚖𝚊𝚖 𝚜𝚎𝚗𝚍𝚒𝚛𝚒


"𝘞𝘢𝘩𝘢𝘪 𝘱𝘢𝘳𝘢 𝘱𝘦𝘯𝘨𝘶𝘢𝘴𝘢 𝘯𝘦𝘨𝘦𝘳𝘪

𝘉𝘦𝘭𝘶𝘮 𝘤𝘶𝘬𝘶𝘱 𝘬𝘢𝘩 𝘬𝘢𝘭𝘪𝘢𝘯 𝘨𝘦𝘳𝘰𝘨𝘰𝘵𝘪

𝘚𝘦𝘨𝘢𝘭𝘢 𝘬𝘦𝘬𝘢𝘺𝘢𝘢𝘯 𝘢𝘭𝘢𝘮 𝘥𝘪 𝘯𝘦𝘨𝘦𝘳𝘪 𝘪𝘯𝘪?


𝘔𝘦𝘮𝘢𝘯𝘧𝘢𝘢𝘵𝘬𝘢𝘯 𝘥𝘦𝘯𝘨𝘢𝘯 𝘬𝘦𝘫𝘢𝘮 𝘱𝘰𝘵𝘦𝘯𝘴𝘪 𝘢𝘯𝘢𝘬 𝘯𝘦𝘨𝘦𝘳𝘪

𝘋𝘦𝘮𝘪 𝘮𝘦𝘯𝘨𝘦𝘫𝘢𝘳 𝘴𝘦𝘮𝘶𝘢 𝘢𝘮𝘣𝘪𝘴𝘪 𝘥𝘶𝘯𝘪𝘢𝘸𝘪

𝘠𝘢𝘯𝘨 𝘣𝘢𝘨𝘪 𝘬𝘢𝘭𝘪𝘢𝘯, 𝘪𝘵𝘶 𝘵𝘢𝘬𝘬𝘢𝘯 𝘣𝘪𝘴𝘢 𝘮𝘢𝘵𝘪

𝘔𝘦𝘯𝘶𝘳𝘶𝘵 𝘬𝘢𝘭𝘪𝘢𝘯, 𝘢𝘮𝘣𝘪𝘴𝘪 𝘥𝘶𝘯𝘪𝘢𝘸𝘪 𝘪𝘵𝘶 𝘢𝘣𝘢𝘥𝘪


𝘞𝘢𝘩𝘢𝘪 𝘱𝘢𝘳𝘢 𝘱𝘦𝘯𝘨𝘶𝘢𝘴𝘢 𝘯𝘦𝘨𝘦𝘳𝘪

𝘚𝘢𝘥𝘢𝘳𝘬𝘢𝘩 𝘬𝘢𝘭𝘪𝘢𝘯 𝘣𝘢𝘩𝘸𝘢 𝘵𝘢𝘯𝘨𝘪𝘴𝘢𝘯 𝘐𝘣𝘶 𝘗𝘦𝘳𝘵𝘪𝘸𝘪

𝘉𝘦𝘭𝘶𝘮 𝘫𝘶𝘨𝘢 𝘬𝘶𝘯𝘫𝘶𝘯𝘨 𝘣𝘦𝘳𝘩𝘦𝘯𝘵𝘪

𝘔𝘢𝘭𝘢𝘩 𝘬𝘢𝘭𝘪𝘢𝘯 𝘱𝘦𝘳𝘱𝘢𝘳𝘢𝘩 𝘭𝘶𝘬𝘢𝘯𝘺𝘢 𝘥𝘢𝘳𝘪 𝘩𝘢𝘳𝘪 𝘬𝘦 𝘩𝘢𝘳𝘪


𝘈𝘯𝘥𝘢𝘪𝘬𝘢𝘯 𝘬𝘢𝘭𝘪𝘢𝘯 𝘮𝘢𝘴𝘪𝘩 𝘱𝘶𝘯𝘺𝘢 𝘩𝘢𝘵𝘪

𝘛𝘪𝘥𝘢𝘬 𝘴𝘶𝘭𝘪𝘵 𝘬𝘢𝘣𝘶𝘭𝘬𝘢𝘯 𝘱𝘦𝘳𝘮𝘪𝘯𝘵𝘢𝘢𝘯 𝘪𝘣𝘶 𝘗𝘦𝘳𝘵𝘪𝘸𝘪 𝘪𝘯𝘪

𝘈𝘨𝘢𝘳...

𝘒𝘦𝘢𝘥𝘪𝘭𝘢𝘯 𝘣𝘦𝘳𝘭𝘢𝘬𝘶 𝘥𝘪 𝘴𝘦𝘨𝘢𝘭𝘢 𝘭𝘪𝘯𝘪

𝘛𝘢𝘬 𝘮𝘦𝘭𝘪𝘩𝘢𝘵 𝘳𝘶𝘱𝘢, 𝘵𝘢𝘩𝘵𝘢 𝘩𝘪𝘯𝘨𝘨𝘢 𝘮𝘢𝘵𝘦𝘳𝘪

𝘓𝘢𝘭𝘶 𝘵𝘦𝘱𝘢𝘵𝘪 𝘴𝘦𝘮𝘶𝘢 𝘫𝘢𝘯𝘫𝘪

𝘑𝘶𝘵𝘢𝘢𝘯 𝘭𝘢𝘱𝘢𝘯𝘨𝘢𝘯 𝘬𝘦𝘳𝘫𝘢, 𝘱𝘦𝘯𝘥𝘪𝘥𝘪𝘬𝘢𝘯, 𝘬𝘦𝘴𝘦𝘩𝘢𝘵𝘢𝘯, 𝘥𝘢𝘯 𝘮𝘦𝘳𝘰𝘬𝘦𝘵𝘯𝘺𝘢 𝘦𝘬𝘰𝘯𝘰𝘮𝘪


𝘞𝘢𝘩𝘢𝘪 𝘱𝘢𝘳𝘢 𝘱𝘦𝘯𝘨𝘶𝘢𝘴𝘢 𝘯𝘦𝘨𝘦𝘳𝘪

𝘓𝘶𝘱𝘢𝘬𝘢𝘩 𝘬𝘢𝘭𝘪𝘢𝘯 𝘪𝘯𝘪?

𝘒𝘐𝘛𝘈 (𝘈𝘒𝘈𝘕 𝘔𝘌𝘕𝘜𝘈 𝘋𝘈𝘕) 𝘗𝘈𝘚𝘛𝘐 𝘔𝘈𝘛𝘐

𝘓𝘢𝘭𝘶, 𝘢𝘱𝘢 𝘭𝘢𝘨𝘪 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘬𝘢𝘭𝘪𝘢𝘯 𝘤𝘢𝘳𝘪?

𝘚𝘦𝘥𝘢𝘯𝘨𝘬𝘢𝘯 𝘸𝘢𝘬𝘵𝘶 𝘴𝘦𝘯𝘢𝘯𝘵𝘪𝘢𝘴𝘢 𝘣𝘦𝘳𝘫𝘢𝘭𝘢𝘯 𝘮𝘦𝘯𝘥𝘦𝘬𝘢𝘵𝘪

𝘒𝘢𝘭𝘪𝘢𝘯 𝘥𝘢𝘯 𝘬𝘢𝘮𝘪 𝘱𝘢𝘴𝘵𝘪 𝘬𝘦𝘮𝘣𝘢𝘭𝘪

𝘮𝘦𝘯𝘨𝘩𝘢𝘥𝘢𝘱 𝘴𝘢𝘯𝘨 𝘐𝘭𝘭𝘢𝘩𝘪

𝘏𝘢𝘭 𝘪𝘵𝘶 𝘗𝘈𝘚𝘛𝘐

𝘛𝘈𝘒 𝘈𝘒𝘈𝘕 𝘉𝘐𝘚𝘈 𝘒𝘈𝘓𝘐𝘈𝘕 𝘔𝘜𝘕𝘎𝘒𝘐𝘙𝘐


𝘓𝘢𝘭𝘶 𝘢𝘱𝘢𝘬𝘢𝘩 𝘬𝘢𝘭𝘪𝘢𝘯 𝘮𝘦𝘳𝘢𝘴𝘢 𝘩𝘦𝘣𝘢𝘵 𝘴𝘦𝘯𝘥𝘪𝘳𝘪?

𝘔𝘦𝘯𝘺𝘰𝘨𝘰𝘬 𝘛𝘶𝘩𝘢𝘯 𝘥𝘦𝘯𝘨𝘢𝘯 𝘴𝘦𝘨𝘶𝘯𝘶𝘯𝘨 𝘦𝘮𝘢𝘴 𝘱𝘦𝘳𝘢𝘬 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘬𝘢𝘭𝘪𝘢𝘯 𝘮𝘪𝘭𝘪𝘬𝘪 

𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘵𝘦𝘳𝘬𝘶𝘮𝘱𝘶𝘭 𝘴𝘦𝘭𝘢𝘮𝘢 𝘩𝘪𝘥𝘶𝘱 𝘥𝘪 𝘢𝘭𝘢𝘮 𝘧𝘢𝘯𝘢 𝘪𝘯𝘪

𝘈𝘨𝘢𝘳 𝘮𝘢𝘮𝘱𝘶 𝘮𝘦𝘯𝘨𝘢𝘵𝘶𝘳 𝘸𝘢𝘬𝘵𝘶 𝘥𝘢𝘯 𝘬𝘰𝘯𝘥𝘪𝘴𝘪 𝘶𝘯𝘵𝘶𝘬 𝘯𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘮𝘢𝘵𝘪?


𝘞𝘢𝘩𝘢𝘪 𝘱𝘢𝘳𝘢 𝘱𝘦𝘯𝘨𝘶𝘢𝘴𝘢 𝘯𝘦𝘨𝘦𝘳𝘪

𝘒𝘢𝘮𝘪 𝘺𝘢𝘬𝘪𝘯... 𝘚𝘦𝘮𝘦𝘴𝘵𝘢 𝘯𝘪𝘴𝘤𝘢𝘺𝘢 𝘴𝘦𝘭𝘢𝘭𝘶 𝘮𝘦𝘯𝘥𝘶𝘬𝘶𝘯𝘨

𝘋𝘰𝘢-𝘥𝘰𝘢 𝘰𝘳𝘢𝘯𝘨 𝘵𝘦𝘳𝘥𝘻𝘰𝘭𝘪𝘮𝘪 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘬𝘪𝘢𝘯 𝘵𝘢𝘬 𝘵𝘦𝘳𝘣𝘦𝘯𝘥𝘶𝘯𝘨


𝘋𝘰𝘢-𝘥𝘰𝘢 𝘰𝘳𝘢𝘯𝘨 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘵𝘦𝘳𝘴𝘢𝘺𝘢𝘵

𝘔𝘦𝘭𝘪𝘩𝘢𝘵 𝘱𝘢𝘳𝘢 𝘸𝘢𝘬𝘪𝘭 𝘮𝘦𝘳𝘦𝘬𝘢 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘴𝘢𝘯𝘨𝘢𝘵 𝘫𝘢𝘩𝘢𝘵, 𝘬𝘢𝘳𝘦𝘯𝘢 𝘭𝘶𝘱𝘢 𝘢𝘬𝘩𝘪𝘳𝘢𝘵

𝘗𝘦𝘯𝘺𝘦𝘣𝘢𝘣 𝘥𝘢𝘳𝘪 𝘣𝘢𝘯𝘺𝘢𝘬𝘯𝘺𝘢 𝘢𝘮𝘢𝘯𝘢𝘩 𝘛𝘶𝘩𝘢𝘯 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘥𝘪𝘴𝘪𝘬𝘢𝘵

𝘓𝘢𝘣𝘦𝘭 𝘴𝘦𝘣𝘢𝘨𝘢𝘪 𝘭𝘪𝘯𝘵𝘢𝘩 𝘥𝘢𝘳𝘢𝘵 𝘱𝘶𝘯 𝘢𝘬𝘩𝘪𝘳𝘯𝘺𝘢 𝘵𝘦𝘳𝘴𝘦𝘮𝘢𝘵

𝘚𝘶𝘥𝘢𝘩 𝘴𝘢𝘯𝘨𝘢𝘵 𝘵𝘦𝘳𝘱𝘢𝘵𝘳𝘪 𝘥𝘪 𝘴𝘢𝘯𝘶𝘣𝘢𝘳𝘪 𝘳𝘢𝘬𝘺𝘢𝘵


𝘛𝘢𝘬 𝘱𝘦𝘳𝘭𝘶 𝘭𝘢𝘨𝘪 𝘬𝘢𝘭𝘪𝘢𝘯 𝘴𝘦𝘮𝘣𝘶𝘯𝘺𝘪𝘬𝘢𝘯 𝘣𝘶𝘴𝘶𝘬𝘯𝘺𝘢 𝘵𝘢𝘣𝘪𝘢𝘵

𝘛𝘢𝘬 𝘱𝘦𝘳𝘭𝘶 𝘬𝘢𝘭𝘪𝘢𝘯 𝘣𝘶𝘯𝘨𝘬𝘢𝘮 𝘩𝘢𝘬 𝘣𝘦𝘳𝘯𝘦𝘨𝘢𝘳𝘢 𝘬𝘢𝘮𝘪 𝘴𝘦𝘣𝘢𝘨𝘢𝘪 𝘳𝘢𝘬𝘺𝘢𝘵

𝘛𝘢𝘬 𝘱𝘦𝘳𝘭𝘶 𝘱𝘶𝘭𝘢 𝘬𝘢𝘭𝘪𝘢𝘯 𝘱𝘢𝘬𝘴𝘢 𝘬𝘢𝘮𝘪 𝘢𝘨𝘢𝘳 𝘣𝘦𝘳𝘴𝘦𝘥𝘪𝘢 𝘵𝘢𝘢𝘵

𝘚𝘦𝘥𝘢𝘯𝘨𝘬𝘢𝘯 𝘬𝘢𝘭𝘪𝘢𝘯 𝘣𝘦𝘳𝘣𝘢𝘯𝘨𝘨𝘢 𝘱𝘢𝘥𝘢 𝘨𝘢𝘺𝘢 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘱𝘦𝘯𝘶𝘩 𝘵𝘪𝘱𝘶 𝘮𝘶𝘴𝘭𝘪𝘩𝘢𝘵


𝘒𝘪𝘯𝘪 𝘬𝘢𝘭𝘪𝘢𝘯 𝘣𝘰𝘭𝘦𝘩 𝘮𝘦𝘳𝘢𝘴𝘢 𝘩𝘦𝘣𝘢𝘵

𝘒𝘦𝘬𝘢𝘺𝘢𝘢𝘯 𝘢𝘭𝘢𝘮 𝘬𝘢𝘮𝘪 𝘬𝘢𝘭𝘪𝘢𝘯 𝘣𝘢𝘣𝘢𝘵

𝘛𝘢𝘯𝘢𝘩 𝘢𝘥𝘢𝘵 𝘬𝘢𝘮𝘪 𝘬𝘢𝘭𝘪𝘢𝘯 𝘦𝘮𝘣𝘢𝘵

𝘓𝘦𝘮𝘣𝘢𝘨𝘢 𝘱𝘦𝘯𝘦𝘨𝘢𝘬𝘢𝘯 𝘩𝘶𝘬𝘶𝘮 𝘬𝘢𝘮𝘪 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘩𝘢𝘯𝘤𝘶𝘳 𝘬𝘢𝘭𝘪𝘢𝘯 𝘴𝘪𝘬𝘢𝘵

𝘒𝘦𝘣𝘪𝘫𝘢𝘬𝘢𝘯 𝘯𝘦𝘨𝘢𝘳𝘢 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘴𝘢𝘯𝘨𝘢𝘵 𝘫𝘢𝘳𝘢𝘯𝘨 𝘣𝘦𝘳𝘱𝘪𝘩𝘢𝘬 𝘱𝘢𝘥𝘢 𝘳𝘢𝘬𝘺𝘢𝘵

𝘗𝘦𝘳𝘢𝘵𝘶𝘳𝘢𝘯 𝘩𝘶𝘬𝘶𝘮 𝘴𝘦𝘯𝘨𝘢𝘫𝘢 𝘥𝘪𝘣𝘶𝘢𝘵 𝘤𝘢𝘤𝘢𝘵, 𝘩𝘢𝘯𝘺𝘢 𝘮𝘦𝘯𝘨𝘶𝘯𝘵𝘶𝘯𝘨𝘬𝘢𝘯 𝘬𝘰𝘯𝘨𝘭𝘰𝘮𝘦𝘳𝘢𝘵

𝘗𝘢𝘥𝘢 𝘢𝘬𝘩𝘪𝘳𝘯𝘺𝘢 𝘳𝘢𝘬𝘺𝘢𝘵 𝘩𝘢𝘯𝘺𝘢 𝘮𝘢𝘮𝘱𝘶 𝘮𝘦𝘯𝘨𝘶𝘮𝘱𝘢𝘵 𝘥𝘢𝘯 𝘮𝘦𝘯𝘨𝘩𝘶𝘫𝘢𝘵

𝘒𝘢𝘳𝘦𝘯𝘢 𝘯𝘢𝘴𝘪𝘣 𝘩𝘪𝘥𝘶𝘱 𝘮𝘦𝘳𝘦𝘬𝘢 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘬𝘪𝘢𝘯 𝘮𝘦𝘭𝘢𝘳𝘢𝘵 𝘩𝘢𝘮𝘱𝘪𝘳 𝘴𝘦𝘬𝘢𝘳𝘢𝘵 


𝙸𝚗𝚐𝚊𝚝𝚕𝚊𝚑, 𝚑𝚒𝚍𝚞𝚙 𝚍𝚒 𝚍𝚞𝚗𝚒𝚊 𝚒𝚗𝚒 𝚋𝚎𝚐𝚒𝚝𝚞 𝚜𝚒𝚗𝚐𝚔𝚊𝚝

𝙸𝚗𝚐𝚊𝚝𝚕𝚊𝚑, 𝚔𝚎𝚔𝚞𝚊𝚜𝚊𝚊𝚗 𝚝𝚎𝚛𝚝𝚒𝚗𝚐𝚐𝚒 𝚗𝚎𝚐𝚊𝚛𝚊 𝚊𝚍𝚊 𝚍𝚒 𝚝𝚊𝚗𝚐𝚊𝚗 𝚛𝚊𝚔𝚢𝚊𝚝

𝙸𝚗𝚐𝚊𝚝𝚕𝚊𝚑, 𝚃𝚞𝚑𝚊𝚗 𝚝𝚊𝚔 𝚙𝚎𝚛𝚗𝚊𝚑 𝚕𝚎𝚗𝚐𝚊𝚑 𝚠𝚊𝚕𝚊𝚞 𝚜𝚎𝚜𝚊𝚊𝚝

...


𝙺𝚎𝚖𝚞𝚍𝚒𝚊𝚗 𝚍𝚒𝚊 𝚋𝚎𝚛𝚑𝚊𝚛𝚊𝚙 𝚙𝚊𝚍𝚊 𝚜𝚊𝚞𝚍𝚊𝚛𝚊-𝚜𝚊𝚞𝚍𝚊𝚛𝚊 𝚜𝚎𝚋𝚊𝚗𝚐𝚜𝚊𝚗𝚢𝚊


𝘞𝘢𝘩𝘢𝘪 𝘴𝘰𝘣𝘢𝘵

𝘚𝘶𝘥𝘢𝘩 𝘣𝘶𝘬𝘢𝘯 𝘸𝘢𝘬𝘵𝘶𝘯𝘺𝘢 𝘬𝘪𝘵𝘢 𝘣𝘦𝘳𝘥𝘦𝘣𝘢𝘵

𝘛𝘦𝘯𝘵𝘢𝘯𝘨 𝘬𝘦𝘮𝘢𝘳𝘪𝘯 𝘱𝘪𝘭𝘪𝘩 𝘴𝘢𝘵𝘶 𝘥𝘶𝘢 𝘵𝘪𝘨𝘢 𝘢𝘵𝘢𝘶 𝘦𝘮𝘱𝘢𝘵

𝘚𝘦𝘬𝘢𝘳𝘢𝘯𝘨 𝘴𝘶𝘥𝘢𝘩 𝘵𝘦𝘯𝘵𝘢𝘯𝘨 𝘱𝘦𝘫𝘢𝘣𝘢𝘵 𝘷𝘴 𝘳𝘢𝘬𝘺𝘢𝘵

𝘔𝘢𝘳𝘪 𝘳𝘢𝘱𝘢𝘵𝘬𝘢𝘯 𝘣𝘢𝘳𝘪𝘴𝘢𝘯 𝘶𝘯𝘵𝘶𝘬 𝘯𝘦𝘨𝘢𝘳𝘢 𝘬𝘶𝘢𝘵

𝘕𝘦𝘨𝘢𝘳𝘢 𝘬𝘶𝘢𝘵 𝘥𝘦𝘯𝘨𝘢𝘯 𝘳𝘢𝘬𝘺𝘢𝘵𝘯𝘺𝘢 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘩𝘦𝘣𝘢𝘵

𝘛𝘶𝘳𝘶𝘵 𝘣𝘦𝘳𝘴𝘢𝘮𝘢 𝘬𝘶𝘢𝘴𝘢 𝘛𝘶𝘩𝘢𝘯, 𝘢𝘨𝘢𝘳 𝘮𝘶𝘴𝘶𝘩 𝘤𝘦𝘱𝘢𝘵 𝘮𝘪𝘯𝘨𝘨𝘢𝘵


𝘓𝘢𝘯𝘵𝘶𝘯𝘬𝘢𝘯 𝘥𝘰𝘢-𝘥𝘰𝘢 𝘵𝘦𝘳𝘣𝘢𝘪𝘬 𝘶𝘯𝘵𝘶𝘬 𝘯𝘦𝘨𝘦𝘳𝘪 𝘵𝘦𝘳𝘤𝘪𝘯𝘵𝘢

𝘋𝘪 𝘴𝘦𝘵𝘪𝘢𝘱 𝘣𝘦𝘳𝘪𝘣𝘢𝘥𝘢𝘩 𝘬𝘦𝘱𝘢𝘥𝘢-𝘕𝘺𝘢

𝘋𝘪 𝘴𝘢𝘮𝘱𝘪𝘯𝘨 𝘣𝘦𝘳𝘣𝘢𝘨𝘢𝘪 𝘶𝘴𝘢𝘩𝘢 𝘱𝘦𝘳𝘫𝘶𝘢𝘯𝘨𝘢𝘯 𝘯𝘺𝘢𝘵𝘢


𝘏𝘢𝘯𝘺𝘢 𝘪𝘵𝘶 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘬𝘪𝘵𝘢 𝘣𝘪𝘴𝘢

𝘚𝘦𝘣𝘢𝘨𝘢𝘪 𝘮𝘢𝘯𝘶𝘴𝘪𝘢 𝘥𝘢𝘯 𝘳𝘢𝘬𝘺𝘢𝘵 𝘣𝘪𝘢𝘴𝘢

𝘚𝘪𝘴𝘢𝘯𝘺𝘢, 𝘵𝘶𝘯𝘨𝘨𝘶 𝘢𝘵𝘶𝘳𝘢𝘯 𝘮𝘢𝘪𝘯 𝘥𝘢𝘯 𝘣𝘶𝘬𝘵𝘪 𝘬𝘶𝘢𝘴𝘢

𝘥𝘢𝘳𝘪 𝘋𝘐𝘈 𝘠𝘈𝘕𝘎 𝘔𝘈𝘏𝘈 𝘗𝘌𝘕𝘊𝘐𝘗𝘛𝘈 𝘫𝘶𝘨𝘢 𝘔𝘈𝘏𝘈 𝘒𝘜𝘈𝘚𝘈

𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘵𝘦𝘯𝘵𝘶 𝘥𝘢𝘵𝘢𝘯𝘨 𝘵𝘦𝘱𝘢𝘵 𝘱𝘢𝘥𝘢 𝘸𝘢𝘬𝘵𝘶-𝘕𝘺𝘢


-------------- AAMIIN YAA RABBAL 'AALAMIIN --------------


𝙰𝚔𝚑𝚒𝚛𝚗𝚢𝚊 𝚍𝚒𝚊 𝚝𝚎𝚛𝚜𝚊𝚍𝚊𝚛 𝚍𝚊𝚛𝚒 𝚛𝚊𝚝𝚊𝚙𝚊𝚗𝚗𝚢𝚊

𝙺𝚎𝚖𝚋𝚊𝚕𝚒 𝚋𝚊𝚗𝚐𝚔𝚒𝚝 𝚋𝚎𝚛𝚍𝚒𝚛𝚒 𝚞𝚗𝚝𝚞𝚔 𝚖𝚎𝚗𝚓𝚎𝚖𝚙𝚞𝚝 𝚛𝚎𝚣𝚎𝚔𝚒 𝚑𝚊𝚕𝚊𝚕 𝚢𝚊𝚗𝚐 𝚜𝚞𝚍𝚊𝚑 𝚍𝚒𝚓𝚊𝚗𝚓𝚒𝚔𝚊𝚗 𝚃𝚞𝚑𝚊𝚗𝚗𝚢𝚊


SELESAI


_________________________________________________________


Semangat Jumat berkah

Jangan pernah berhenti melangkah 

Semoga Tuhan senantiasa memberi kita arah

Dalam beraktivitas untuk hidup penuh faedah



Senin, 09 April 2018

Pakai Hijabmu, Mari Berhijrah!

ASSALAMU’ALAIKUM...GOOD MORNING, WOORLDDD!!! 
*sengajadicapslockbiarmembakarsemangatpagidihariseninkalian*

Udah lumayan lama gak nulis di sini. Udah seabad ya? Hehe. Mungkin kamu kangen aku? Udah ngaku aja wkwk. Jadi nih, ehemmm. Tiba-tiaba teringat sesuatu yang udah gue niatin sejak lama. Apa itu? Menulis tentang sepenggal cerita kehidupan gue, tentang pemenuhan salah satu perintah wajib agama Islam untuk kaum perempuan yang sudah akil baligh. Yaaa apa lagi kalo bukan menutup aurat atau istilah lain berhijab.

Sekarang gue ngerti kenapa dalam ajaran Islam, kaum hawa perlu dan diwajibkan untuk berhijab alias menutupi aurat hingga yang terlihat hanya telapak tangan dan muka. Di sini sih maksud gue bukannya sok alim atau sok menggurui atau apapun itu. Cuma pengen sharing aja tentang apa yang gue alami dan hadapi setelah gue memutuskan untuk berhijab. Syukur-syukur sih bisa jadi wasilah  untuk para perempuan segera berhijab ya hehe J

Yaps, ada beberapa temen gue di kuliah mengira kalo gue udah berhijab dari SMA atau jaman sekolah lah. Mereka rada kaget pas tau gue pake hijab sejak awal masuk kuliah. Alhamdulillah yah akhirnya gue dapet hidayah :”) *sujudsyukur*

Sebelumnya, gue udah membiasakan diri dari SMP setiap hari jumat -dengan seragam busana muslim- buat gak lepas hijab seharian. Hijabnya sendiri emang udah buat gue nyaman sih, adem adem gitu. Begitu terus sampe berlanjut ke SMA. Setelah lulus dari SMA, mau jaman ospek tingkat universitas gitu, gue bilang lah ke nyokap. Gini kurang lebih percakapannya :

R : Ma, kayaknya kakak mau pake hijab deh pas kuliah
M : Yakin? Mama sih setuju aja
R : Yakin. Bener nih ya gapapa? (gue nanya gini soalnya nyokap, tante, nenek mulai serius pake hijab saat mereka terbilang sudah berumur. Bukan jaman-jaman sekolah ataupun kuliah)
M : Iya, asal jangan dilepas-lepas lagi. Harus yakin dari hati loh kak.
R : Oh gitu. Oke ma InsyaAllah siappp. *mulai ngaca cantieq sambil pake hijab depan cermin*

Beberapa menit kemudian

R : Ma, kok ribet sih? Ini pake peniti gak bisa-bisa dari tadi :"""( Ciputnya juga gak bagus-bagus :(
M : Coba sini. Ini gini loh makenya ..........*mulai praktek*
R : *Merhatiin di kaca* Oh caranya gituuu.

*****

Seminggu, sebulan, dua bulan berlalu......
     
Bismillah deh dan emang butuh adaptasi yang gak sebentar. Membiasakan diri menahan panasnya lingkungan. Awalnya gue masih suka ngambek kenapa begini banget make hijab. Tapi masukan nyokap dan tante buat gue bertahan, mengingat kembali niat awal gue, yakni Lillahi Ta’ala.

Ada perubahan yang gue alami, perubahan yang gue rasa dari dalam hati. Mungkin gak bisa gue sebut semuanya satu-satu, tapi gue merasa jadi lebih tenang, sabar dan ikhlas sejak gue belajar menjalani perintahNya yang satu ini. Banyak pelajaran yang gue bisa ambil dari keputusan gue sejak awal kuliah tersebut, seperti bahwa dengan hijab, bukan hanya menunjukkan identitas kita sebagai seorang muslimah, tetapi juga menunjukkan bahwa itu merupakan bentuk ketaatan kita kepada Allah SWT. Dengan hijab yang berguna untuk menutupi perhiasan dan keindahan diri kita, agar dia tidak dinikmati oleh sembarangan orang.

--------------------------------------------------------------------------------------------------

          Dari pengalaman gue dan beberapa orang serta sumber-sumber yang gue baca
 dan dengan bahasa yang gak formal aja ya biar bisa mudah dipahamigue mau memaparkan alasan-alasan umum yang menjadi penghalang para perempuan untuk bisa berhijab dan ada pendapat gue di tiap poin, antara lain

1.        “Gue mau hijabin hati dulu. Nanti kalo udah berhijab, baru gue hijabin kepala gue. Yang berhijab belum pasti dia punya akhlak baik kan? Jadi mending berakhlak baik dulu baru berhijab

Kalo kalian nunggu jadi orang yang berakhlak baik dari hati dan tingkah lakunya, mau sampe kapan hijabnya dipake? Justru dengan menghijabkan kepala dan seluruh aurat kita, maka hati dan tingkah laku juga akan ikut terhijab dari sesuatu yang buruk. Berhijab merupakan akhlak mulia lho. Allah SWT memerintahkan segala sesuatu yang sudah pasti baik untuk ummatNya, makanya diperintahkanlah berhijab pada kaum hawa sebagai salah satu bentuk akhlak mulianya. Karena gak harus menjadi seorang yang alim dulu untuk bisa berhijab itu. Cukup niat yang ikhlas karena Allah SWT aja, sudah cukup kok :)

2.       “Aku kan masih muda, kalo pake hijab nanti dikira sudah ibu-ibu…

Hellooo girls, siapa yang bisa menjamin umur kalian di dunia itu panjang? Emang kalian yakin besok kalian masih diberi nafas untuk hidup? Seperti firman Allah ‘Azza wa Jalla yang artinya,

"Kamu tidak tinggal (di bumi) melainkan sebentar saja, jika kamu sesungguhnya mengetahui.” (Qs. Al-Mu’minuun: 114)

Firman Allah SWT tersebut menjadi suatu peringatan untuk kita, bahwa kematian tidak hanya kepada orang lanjut usia atau yang sudah sekarat saja. Dan ketika ajal kita sudah tiba, Malaikat Maut pun tidak akan mampu memberikan kita penangguhan waktu sedetik pun. Toh jika anggapan bahwa seperti ibu-ibu itu yang menjadi penghalang besarmu, emang kalian gak ingin jadi seorang ibu nantinya? Cepat atau lambat, kita emang akan jadi ibu. Jadi untuk apa takut dibilang ibu-ibu. Sedih sih yaa wajar, umur masih muda, muka masih unyu imut menggemaskan, tapi lebih baik di-Aamiin-kan aja
 perkataan doa ‘sudah ibu-ibu’nya hehehe :D

3.       "Hijab itu bikin gerah tau. Gue gak betah harus kepanasan gitu."

Girls, panasnya matahari di dunia yang kalian rasain sekarang ini, gak sebanding dengan panasnya api neraka kelak jika kalian masih belum memutuskan untuk berhijab. Mungkin kalian pernah mendengar firman Allah SWT yang artinya

“Katakanlah: ‘(Api) Neraka Jahannam itu lebih sangat panas. Jika mereka mengetahui.'” (Qs. At-Taubah: 81
)

Atau mungkin sabda Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam yang artinya,

“Sesungguhnya api Neraka Jahannam itu dilebihkan panasnya (dari panas api di bumi sebesar) enam puluh sembilan kali lipat (bagian).” [Hadits shahih. Riwayat Muslim (no. 2843) dan Ahmad (no. 8132). Lihat juga Shahih Al-Jaami‘ (no. 6742), dari Shahabat Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu]

Dari firman Allah SWT dan sabda Nabi Muhammad SAW, kalian lebih mencoba sabar nahan panas yang mana, panas matahari di dunia atau panas neraka di akhirat?

4.       "Pakai hijab itu ribet dan banyak pekerjaan yang meminta karyawan perempuannya untuk tidak berhijab. Nanti gue malah jadi nganggur kalo berhijab gitu"

Siapa bilang ribet? Sebenernya semakin sederhana suatu hijab maka itu semakin bagus, bukan hijab tutorial yang kebanyakan orang pake dan jarum pentulnya dimana-mana. Karena sekarang udah ada berbagai jenis hijab yang instan alias langsung pake. Gak sedikit pula hijab-hijab macam itu dijual dalam bentuk yang sudah modis dan fashionable lho.

Untuk pekerjaan, gak usah khawatir deh. Karena Allah SWT udah jamin rezeki setiap makhluk ciptaanNya tanpa ada yang dikurangi sedikitpun dan tanpa bisa tertukar antara satu makhluk dengan makhluk yang lain. Lalu, kenapa kalian masih khawatir terhadap bosmu yang rezekinya pun juga berdasarkan rahmat Allah SWT? Dan apakah bosmu itu akan menjamin kalian masuk surga jika tidak berhijab?

5.       "Gue nunggu hidayah dari Allah SWT dulu deh untuk bisa berhijab kayak kamu itu.

Girls, hidayah Allah SWT itu gak turun gitu aja jika kita tidak melakukan apa-apa. Lakukan usaha itu dengan berhijab dibarengi doa kepada Allah SWT agar selalu diberikan petunjuk dan diluruskan selalu jalan hidupmu, serta ditetapkan hatimu di atas agama Islam ini.

6.       "Nanti kalo gue gak laku trus gak nikah karena gak ada laki-laki yang mau kalo gue berhijab gimana? Mending berhijabnya setelah menikah aja."

Sejujurnya, gue gak pernah kepikiran untuk hal ini sih, dari sebelum akhirnya memutuskan berhijab itu hehe. Karena menikah bukan karena cantik fisiknya aja, tapi hatinya. Lelaki yang baik adalah lelaki yang memiliki perasaan cemburu ketika istri atau wanitanya dibiarkan begitu saja terbuka auratnya saat di luar rumah walau sejengkal aja. Lagipula jodoh udah diatur sama Allah SWT kok, sama seperti rezeki. Tinggal kembali ke kitanya aja, mau menjadi orang lebih baik agar Allah SWT memudahkan urusan hidup kita, atau nggak.


---------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Melalui tulisan ini, gue akui masih sangat amat banyak kekurangan, khilaf, dan salah. Tapi melalui tulisan ini pula, gue pengen ngajak kalian untuk sama-sama "Yuk, pakai hijabmu, mari berhijrah bareng-bareng" sebagai bukti cinta dan taat kita kepada Sang Pencipta. Dengan berhijab maka artinya kamu telah menghargai dirimu (secara gak sadar) lho hehe.
Semoga Allah SWT meridhoi setiap niat dan langkah baik kita ya, girlsAamiin.

Have a Nice Monday, Guysss J


sumber : mbah gugel 

Sabtu, 29 Oktober 2016

Dia

Dia..
yang duduk bersender ke tembok
mengerjakan sesuatu yang benar-benar harus dia kejar

Dia..
yang tiba-tiba teringat akan masa depannya
menggalaukan sesuatu yang masih abu-abu di pikirannya

Dia..
butuh teman yang mengetahui isi hati
butuh teman yang mengetahui pikirannya
butuh teman yang dapat memberi pencerahan akan kegalauan hatinya

Galau..
Ah, galau tentang cinta?
Jangan tanyakan itu pada dia
Karena tidak akan kau dapatkan
Jawaban tentang itu, saat ini
Dia belum dewasa tentang cinta
Haha lucu memang
Tapi itulah dia

Untuk dia...
Semoga kelak, cita-citamu tak hanya mimpi
Tapi menjadi luapan emosi
Yang kan menjadi realiti
Aamiin


Senin, 02 Mei 2016

Kenalan Aja Dulu


Halo hai hai haloo, guys.. Apa kabar nihh?Luar biasa baik kan? Alhamdulillah 😁


Kenalan aja dulu~

Ibarat buku nih, postingan ini sebagai pendahuluan kenapa gue akhirnya memilih blog sebagai tempat menuang berbagai rangkaian kata yang berseliweran di otak gue. Jadi, gue dari kecil udah dicekokin -bahasa lainnya apa ya? Kalo cekokin kan kayak maksa, tapi kalo ini nggak kok- sama nyokap buku diary. Gak tau deh asal mulanya kenapa tiba-tiba nyokap ngasih gue itu. Jadi, di suatu siang yang cerah, gue dapet telfon dari tante yang ngabarin kalo buku diary yang bakal dibeli buat gue itu covernya Mickey Mouse dan warna biru 💙💙. Saat itu, gue masih duduk di kelas 2 atau 3 SD lah. Bukunya ternyata lucu, dan lumayan tebel juga. Awal-awal dikasih, gue gak pernah tuh yang namanya absen nulis diary. Setiap hari… apa pun kejadiannya pasti gue tulis di situ. Karena bukunya gak begitu gede, jadi cerita-cerita yang gue tulis pun juga gak begitu panjang.

Karena saking seringnya nulis -tanpa absen tanpa jeda-, gue pun akhirnya ngerasa bosen dan memutuskan untuk berhenti nulis. Gue anggurin lah tuh buku sampe gue kelas 6 SD. Bahkan udah sempet gue lupain keberadaan itu buku wkwk. Ada beberapa kejadian yang membuat gue memaksakan diri untuk nulis. Kejadian menjengkelkan kala itu, ditambah dengan beberapa karikatur pendukung untuk gambarin orang-orangnya, yang ternyata pas gue terakhir buka jadi ngakak sendiri. Buku itu tau segalanya, kepada siapa dan apa yang gue rasa, ketika gak ada orang lagi buat jadi tempat cerita *brbmojokdikamar*. Lalu, gue bosen dan berenti nulis lagi. 

Sampai pada suatu ketika......

Di tahun-tahun kehidupan perkuliahan ini, gue dapetin tiga hal pencerahan terhadap hidup gue bahwa ternyata nulis itu emang penting banget. Nulis apaa aja. Ya, sebisa mungkin menulis yang bermanfaat. Pertama, dari dosen gue. Beliau dosen di banyak kampus. Dan udah lulus dari pendidikan SX (gak mau sebutin angkanya ah haha) dari salah satu universitas terkemuka di Jawa Barat.


Beliau pernah bilang, “Eh tau gak? Manusia kan bisa dikenang dari karyanya. Ketika kalian semua mati, cuma ada satu hal yang membuat orang-orang mengingat kalian yaitu lewat karya-karya yang telah kalian buat selama kalian hidup. Dan karya itu salah satu contohnya adalah dengan menulis. Mau 10 tahun setelah kalian meninggal, mau 50 tahun, kalian akan tetap abadi lewat karya-karya tulis itu. Semakin banyak buku yang kalian baca, semakin terbaca jenis tulisan kalian, jadi bisa keliatan juga karakter kalian. Percaya gak?. Yaaa kurang lebih ucapan beliau seperti itu.


Gue ngerti banget maksud dia, langsung tersentuh *kayak abis dicubit atau ditampar unyu gitu* dan mulai tergerak hati buat nulis lagi. Tapi saat itu gue pernah ada sepintas mikir gini, “Lah ni bapak semena-mena ngomong begitu. Emang dia udah pernah nulis buku, gitu?” wkwkwk peace pak.

Beberapa bulan kemudian, akhirnya gue  dapet jawabannya! Alhamdulillah~


Temen sekelas gue bilang gini, “Ehhh tau gak? Itu bapak hebat banget deh. Ternyata dia nulis banyak buku loh mengenai bidang X. Iyaa, ih asli keren banget. Tampangnya mah gak keliatan kalo dia sekeren itu.


Wkwk parah juge ye temen gue, yang secara gak langsung sepemikiran dengan gue.
Dan emang terbukti pas gue tanya ke mbah gugel. Goksss lah ya👴

Gue jadi semakin ngerti tentang segitu pentingnya nulis, segitu pentingnya baca buku, segitu pentingnya manusia dituntut untuk belajar dan berkarya di sepanjang hidupnya. Dari karya/buku tersebut pun bisa jadi amal jariyah kita saat karya/buku tersebut bisa membuat orang semakin terbuka wawasannya, semakin terinspirasi hidupnya, bahkan dapat semakin baik akhlaknya.
Mantap gak tuh, guys?


Kedua, saat gue temuin temen baik gue di kampus. Kita ketemu pertama kali, yang emang bener-bener ngomong pas pertama kali welcoming staff salah satu acara terbesar di kampus. Ternyata dia satu UKM juga sama gue. Tapi kita sama sekali belom pernah kenal satu sama lain. Gue tau dia karena di suatu waktu, gue ngeliat nama dia selalu muncul di grup UKM kampus. Saat udah ngerasa klop, gue jadi sering main bareng sama dia. 


Suatu hari, gue main ke kosan dia buat nginep, karena ada acara Untukmu Indonesia yang sampe malem abesss. Kita sama-sama jadi panitia di acara itu. Sesampainya di kosan, setelah ngobrol ini itu ini itu, tiba-tiba dia nunjukkin gue sesuatu. Sebuah buku yang udah keliatan unik dari depannya. YAPSSS, buku diary! Ternyata oh ternyata, dia suka nulis juga. Dan dia emang sengaja beli buku yang berbeda dari buku lain buat menuliskan semua kisah kehidupan dia. Mantap ! 

Dia juga cerita kalo punya blog. Iseng nyari akhirnya nemuin alamat blog dia. Sastra abis sih, berat euy bahasanya. Padahal bukan dari jurusan sastra tuh doi. Tapi dia emang seneng baca novel. Mungkin dari situ inspirasi-inspirasi menulisnya. Dan tulisan dia di situ udah dari 2009-an.


Kemudian yang ketiga, waktu gue jalan sama temen deket gue dari SMP. Di salah satu toko buku di mall Depok, gue nemuin buku seorang hijaber terkenal namanya Dian Pelangi. Emang sih nggak ngefans-ngefans banget sama mbak Dian ini. Cuma tertarik aja dengan cara dia mengubah pemikiran masyarakat selama ini mengenai hijab, dan caranya yang berhasil me-modern-kan hijab tapi tetap membuat muslimah anggun. Di situ diceritain dari dia kecil, lalu saat SMP yang ternyata dia emang udah pake jilbab. Trus SMA yang dengan terpaksa milih SMK buat ngikutin kemauan papanya. Sampe apa aja yang biasa dia bawa kalo pergi. Dari buku mbak Dian ini, gue terinspirasi akan inovasi dia dan semangat dakwah dia tentang kewajiban menutup aurat buat perempuan dalam ajaran Islam.


Dan terakhir, yang keempat nih, gue terinspirasi juga oleh Bang Raditya Dika. Suka, ngefans, salut, kagum. Awalnya gue denger nama doi karena dia pacarnya Sherina *saat itu*. Eeh lama-lama, nama dia muncul sebagai blogger sukses. Tulisannya yang kocak dan gak kaku bikin diminati oleh banyak remaja Indonesia. Dari yang sekedar iseng nulis di blog, sampe akhirnya bisa jadi penulis buku, comic, youtuber, dan terakhir dia jadi sutradara + penulis skenario + pemain di filmnya yang terbaru yaitu "Koala Kumal".
     
Entah kenapa gue tertarik sama gaya menulis dia. Gue pengen bisa nulis semenarik gaya tulisannya Bang Radit/Dika itu, haha. Oke, sekian dulu deh postingan -anggep aja- pertama gue ini. Semoga gue bisa ikut ngasih inspirasi dan motivasi kayak mereka di atas melalui berbagai macam tulisan yang InsyaAllah bermanfaat 😊

Aamiin yaa Rabbal 'aalamiin.. Mohon doanya yaw guys! Makazew

Ketika dengan menulis, lo ngerasain sesuatu yang berbeda, yang menyenangkan, bahkan yang bisa melupakan masalah lo sejenak. Maybe, that'd be one of your passions. So, don't forget to live your life with many passions you have. I should say many thanks to my parents yang udah ngenalin gue tentang dunia menulis ini.

Btw ini teaser film "Koala Kumal" 2016 yang tayang pas lebaran nanti.
Sekian dulu deh yaa. Byeee


Minggu, 14 Februari 2016

Kalo Jihad itu Mudah?

"Kalo emang berjihad di jalan Allah SWT itu mudah, mungkin semua orang di dunia ini bakal masuk Syurga"

"Kalo berjihad di jalan Allah SWT mudah, mungkin hadiahnya itu cuma kipas angin, bukan Syurga-Nya"

"Dan berjihad itu bukan cuma pas di medan perang aja ya. Seperti yang tercantum dalam Al-Qur'an, kalo kalian yang ingin menjadi umat terbaikNya maka bisa lakukan dengan cara seperti berjualan/berdagang/berbisnis atau sebutan lain apapun itu namanya. Yang dengan itu dapat menjadi penyelesaian dari suatu masalah. Menciptakan maupun memodifikasi hal agar mampu 10x menjadi lebih baik. Bukan hanya sekedar mencari keuntungan semata, tapi juga menjadi kebermanfaatan untuk banyak orang"


      Kurang lebih itu beberapa kalimat yang ketika dilontarin sama kak Ihsan tuh lucu, tapi.... kalo dipikir-pikir lagi rasanya kok kayak abis dicubit. Bikin melek hati dan pikiran karena maknanya yang dalem wkwk. Makin semangat membara, bosque!!! Jadi tuh jihad nggak harus laki-laki, jihad gak harus perang pake pedang, jihad gak harus mereka yang berkuda, tapi jihad bisa dengan menjadi seorang pebisnis. Itu pun diniatin untuk Allah dan dengan cara halal (no tipu-tipu ya), InsyaAllah syurga-Nya adalah balasan terbaik untuk kita. Aamiin yaa rabbal 'aalamiin


Hasil gambar untuk entrepreneurship

Sumber : mbah gugel